Assalamu'alaikum wr. wb.
Apa yang ada dalam benak Anda jika mendengar
kata “ODHA” (Orang Dengan HIV/AIDS)? Terlitaskah kata “Moralitas”?
Sebenarnya apa sih penyebab mereka dijangkiti virus ini hingga menjadi syndrom
yang mematikan? Lalu asal mulanya dari mana sih? Kemudian bagaimana cara ampuh
melawannya? Semua akan dikupas hingga terkikis habis. Simak terus artikel yang
diikut sertakan dalam “Kontes Menulis ODHA Berhak Sehat 1”
Penyebab Mereka Dijangkiti Virus HIV/AIDS
A. Moralitas
Salah satu penyebab orang terjangkit virus HIV
memang karena bejat-nya moralitas. Meski sebenarnya, HIV juga
menular melalui cairan darah dan air susu ibu yang terinfeksi, namun
penyebarannya lebih didominasi oleh free sex. Mereka yang melakukan sex
diluar nikah, tentu mereka memiliki krisis moral. Kurangnya pertahanan iman dan
pengetahuan yang kurang mengenai virus ini menyebabkan hal yang sangat fatal
dalam hidup, terutama untuk masa depannya. Terkadang, mereka yang
berpengetahuan-pun bisa melakukan hal yang jelas-jelas terlarang dalam
Al-Qur'an dan hadist-Nya.
“Dan janganlah kamu mendekati perbuatan
zina, karena ia adalah perbuatan yang keji dan seburuk-buruknya jalan.”
(QS. Al-Isra : 2)
Mereka yang memiliki pengetahuan dan wawasan
lebih terkadang menghiraukan ajaran-ajaran agama-Nya. Tahukah sebab apa itu?
Mereka yang tak miliki perbentengan kuat, tergiur oleh kesenangan duniawi,
kegembiraan sesaat yang akan membuat ending hidupnya gak karuan.
Yah! Hawa nafsu! Perang yang sangat sulit ditakhlukkan adalah perang melawan
hawa nafsu. Pengetahuan yang cukup namun tak dimanfaatkan sama dengan
mendzalimi diri sendiri. Mereka menjerumuskan dirinya dalam kesesatan setan,
bagaimana jika mereka yang berhawa nafsu besar lagi tanpa berpengetahuan cukup?
“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti
hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki
orang-orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang
penolongpun” (QS. Ar-Ruum: 29)
*Menurut data dari Kementrian Kesehatan RI pada bulan April hingga Juni 2012, terdapat laporan jumlah HIV mencapai 3.892 kasus. Sedang pada AIDS mencapai 1.673 kasus.
B.Perekonomian
Saat ini keadaan perekonomian di Indonesia
sangat memprihatinkan. Kemiskinan melanda di berbagai kota di Indonesia. Data dari Tim Nasional Percepatan Penanggulan Kemiskinan (TNP2K) menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin di Indonesia pada Maret 2012 mencapai 29,13 juta
orang (11,96 persen). Hanya berkurang 0,89 juta orang dari tahun kemarin. Meski berkurang sekian persen, tetap saja kemiskinan belum dinyatakan bebas. Kemiskinan akan memaksa seseorang untuk
melakukan sesuatu yang berada diluar keinginan mereka. Seperti pekerjaan
sehari-hari yang harus mereka lakoni demi kelangsungan hidup keluarga.
Mereka sudah tak pernah lagi memperhatikan halal dan haramnya. Sebab lapangan
pekerjaan di Indonesia kini semakin sitik, pekerjaan apapun pasti akan
disambar. Di era globalisasi ini, Indonesia tengah mengalami krisis identitas
diri. Hanya untuk memenuhi hawa nafsu, banyak sekali kini bangunan megah yang
berdiri untuk memuaskan nafsu setan. Pekerja Seks Komersial-pun dikerahkan tiap
malamnya, hingga penggerebekan, seperti Satpol PP kuwalahan untuk memburoni
mereka. Pekerjaan instan dengan penghasilan yang terjamin selalu menggiurkan
bagi mereka yang tak kokoh pertahanan iman dalam mengatasi keadaan mendesak
keluarganya.
ASAL MULA HIV/AIDS
A. AMERIKA
AIDS muncul pertama kali di Amerika pada 1981
dengan sebutan kanker gay. Para pakar menyebutnya Gay Related Immune
Defeciency (GRID). Namun seiring berkembangnya zaman, ternyata virus ini
tidak hanya menyerang kaum hemoseksual, melainkan kaum heteroksual,
pendonor/penerima darah, pecandu narkotika serta ibu dan anaknya yang
terinfeksi HIV. Akhirnya, pada tahun 1983 virus ini diubah namanya menjadi HIV
(Human Immunodeficiency Virus) yang selanjutnya disebut AIDS (Acquired
Immunodeficiency Syndrom).
B. AFRIKA
Masyarakat awam dominan mengetahui virus ini
pertama muncul disebabkan oleh kera hijau Afrika yang menulari manusia melalui
kontak darah. Dengan filosofi, dahulu Afrika dijadikan kolonisasi oleh negara
penjajah yang memaksa penduduk Afrika untuk bekerja tanpa upah. Sehingga mereka
harus berburu kera demi kelangsungan hidup mereka. Dan saat berburu, tanpa
sadar pemburu terkena gigitan mereka.
Teori pertama menjelaskan bahwa AIDS disebabkan
oleh krisis moral. Sedang pada teori kedua bertendensi pada masalah kemiskinan,
kolonialisme, dan rasialisme. Menurut episteme, teori yang benar adalah
teori pertama. Adanya teori kedua itu hanyalah kesengajaan Amerika dengan
pemutar-balikan fakta dari budaya barat itu sendiri, yang memiliki budaya free
sex. Lagi pula jika dinalar kembali, virus yang bernamakan Human Immunodeficiency
Virus, sudah jelas hanya bisa ditularkan lewat manusia (Human),
bukan hewan. Sejarah HIV/AIDS di Indonesia sendiri ditemukan pertama kali pada
tanggal 5 April 1987 di Bali. Virus tersebut ditularkan oleh wisatawan Belanda
yang tengah berlibur.
Budaya negatif barat memang perlu diwaspadai.
Lebih-lebih di era modern ini, budaya luar negeri sangat gampang masuk ke dalam
negeri. Kemudian lebih mudah lagi budayanya meracuni budaya kita untuk generasi
muda yang sangat labil dan sangat mudah terpengaruh.
Sehingga hanya dengan perbentengan agama, budaya luar yang bersifat negatif
akan mutlak berharga mati, sebab di Indonesia juga memiliki budaya yang luar
biasa anggun dan patut dibanggakan, lebih-lebih jika budaya itu juga diterapkan
bersama dengan agamanya.
CARA AMPUH MELAWAN HIV/AIDS
A. PERDALAM ILMU AGAMA
Tanpa kita ketahui, sebenarnya sumber ilmu yang
ada di dunia ini adalah “AGAMA”. Sebelum atau sesudah kita melakukan
penelitian, hasil itu memang benar adanya jika dikaitkan dengan Al-Kitab.
Seperti potongan ayat Al-Qur'an yang sudah tertera di atas, manusia dilarang
berzina, sebab hal-hal yang tak diinginkan misalnya tertular IMS atau HIV/AIDS
yang sampai saat ini belum ditemukan obatnya. Namun, kita masih diwajibkan
memperjuangkan hidup dengan berobat untuk bertobat selagi ada kesempatan.
“Berobatlah wahai hamba Allah, karena
sesungguhnya Allah tidaklah menurunkan suatu penyakit, kecuali telah diturunkan
pula obatnya, selain penyakit yang satu, yaitu penyakit tua (pikun).”(HR
Ahmad Arba’ah, Ibnu Hibbah dan Hakim).
Meski penyakit HIV/AIDS belum ditemukan
penangkalnya, tetaplah berusaha! Sudah pernah diteliti, bahwa penyakit apapun
itu, selama ia memiliki semangat hidup sekitar 50%, ia akan sembuh atas
Kuasa-Nya. Dan jika ia percaya atas Kebesaran-Nya, ia akan mendapatkan
kebahagiaan yang abadi setelahnya. Setelah ia bertobat dan menyesali seluruh
kesalahannya.
Dan tugas kita sebagai umat muslim, wajib untuk
saling tolong menolong kepada sesama. Terutama kepada mereka yang membutuhkan.
ODHA sangat membutuhkan perhatian kita, janganlah kita men-judge mereka
perihal adzab karena perbuatan mereka sendiri. Kita tak berhak seperti itu! Tak
ada satupun orang yang mau hidup dengan ditemani jutaan virus yang selalu
berkembang tiap jam dalam tubuhnya, yang selalu merogoh organ-organnya.
Mengakhiri hidupnya dengan penyakit konyol. Jangan pula kita umat muslim
menolong sebab kasihan, sayangilah mereka, peluk mereka dan ajaklah mereka
bertobat selama mereka masih bisa menyebut nama-Nya. Berikanlah kepada mereka
kedamaian sebelum mereka rasakan lara yang benar-benar perih saat ruwah ini
dicabut dari jiwa.
B. PERBAIKI SISTEM PEMERINTAHAN
Masalah kemiskinan harus dimusnahkan dengan
satu hal, yaitu membuka lapangan pekerjaan yang seluas-luasnya pada masyarakat.
Banyak sekali macam pekerjaan halal dan barokah untuk mereka. Sudah seharusnya
pembenahan sistem pemerintahan demi kebaikan masyarakatnya. Semakin banyak
orang-orang yang tersalurkan bakatnya, semakin banyak pula prestasi bangsa.
Selain itu dapat pula dijadikan pertambahan devisa negara, sebab kemampuan SDM
dalam mengorek dan mengolah SDA di Indonesia.
ALHAMDULILLAH...
Semua sudah jelas bukan? Bahwa sumber dari segala sumber adalah “AGAMA”?
Sehingga perkuat perbentengan IMAN kalian serta orang-orang yang ada di sekitar
kalian! Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang selalu dilindungi-Nya dan
dijaga dari perbuatan maksiat. *AMIIN...
Sekian dan terimakasih... ^_^
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Sumber/Daftar Pustaka :
*Shams Madyan, Ahmad. 2009. AIDS dalam Islam. Mizan Pustaka:Jakarta Selatan
*http://data.tnp2k.go.id/?q=content/perkembangan-tingkat-kemiskinan-maret-2011%E2%80%93maret-2012*http://www.aidsindonesia.or.id/laporan-kementerian-kesehatan-triwulan-ii-tahun-2012.html

0 komentar:
Posting Komentar